JSI Anugerahkan Arif Firmanto sebagai Tokoh Inovasi Pembangunan Daerah

Radar9
16 Sep 2026 16:05
2 menit membaca

SUMENEP – Komitmen mendorong perencanaan pembangunan yang inovatif mendapat apresiasi dari Jurnalis Sumenep Independen (JSI).

Organisasi jurnalis tersebut menganugerahkan penghargaan Tokoh Inovasi Pembangunan Daerah kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian pengukuhan Pengurus JSI periode 2026-2029 di Ballroom MyZee Hotel Sumenep, Selasa, 15 September 2026.

Arif Firmanto tidak dapat hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Penghargaan kemudian diterima oleh perwakilan jajaran Bappeda Sumenep yang hadir dalam acara.

Ketua JSI, Igusty Madani, mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap peran Arif Firmanto dalam memperkuat inovasi di bidang perencanaan pembangunan daerah.Menurutnya, Bappeda memiliki peran penting dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan. Karena itu, proses perencanaan dituntut mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat serta menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk penghormatan terhadap upaya dan kontribusi dalam membangun perencanaan daerah yang semakin adaptif dan inovatif,” ujar Igusty.

Sementara itu, Arif Firmanto menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan JSI. Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi juga menjadi pengingat bagi jajaran Bappeda untuk terus melakukan pembenahan.

“Penghargaan ini kami terima sebagai energi tambahan untuk terus memperkuat kualitas perencanaan dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Sumenep,” kata Arif.

Ia menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak unsur. Pemerintah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam merancang maupun menjalankan agenda pembangunan.

“Pembangunan akan lebih kuat ketika pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan. Setiap pihak memiliki kontribusi yang saling melengkapi,” tuturnya.

Arif juga menempatkan media sebagai salah satu bagian penting dalam ekosistem pembangunan daerah. Pemberitaan, kritik, dan masukan dari media dinilai dapat membantu pemerintah melihat berbagai persoalan dari perspektif yang lebih luas.

“Media bukan hanya menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga ikut memastikan proses pembangunan berjalan secara terbuka. Kritik yang konstruktif dan informasi dari lapangan dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi,” pungkasnya.

(Pank’s/Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *