Kebutuhan Layanan Jadi Dasar Pengembangan RSUD Sumenep, Bappenas dan Pemkab Perkuat Koordinasi

Radar9
4 Sep 2026 09:34
Daerah 0
3 menit membaca

SUMENEP – Arah pengembangan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep mulai dipertajam melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola rumah sakit.

Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan Tim Kementerian PPN/Bappenas ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Graha Bhakti Husada RSUD dr. H. Moh. Anwar itu membahas kebutuhan pengembangan rumah sakit agar tetap sejalan dengan perencanaan pembangunan daerah dan kebijakan pemerintah pusat.Agenda tersebut dihadiri Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. Hj. Erliyati, Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto, serta Perencana Ahli Pertama Kementerian PPN/Bappenas Aditya Widya Pradipta.

Pertemuan tidak hanya menjadi ajang koordinasi antarlembaga, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat kebutuhan pelayanan kesehatan dari sisi perencanaan pembangunan.

Pengembangan rumah sakit dinilai perlu disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan, termasuk kebutuhan masyarakat terhadap akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, mengatakan keterlibatan pemerintah pusat dan daerah dalam proses perencanaan diperlukan agar arah pengembangan rumah sakit memiliki dasar yang jelas.

“Sinergi dan koordinasi seperti ini penting untuk mendukung arah pengembangan rumah sakit agar selaras dengan perencanaan pembangunan,” ujar Erliyati.

Menurutnya, penguatan rumah sakit tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik maupun penambahan fasilitas. Setiap pengembangan harus mempertimbangkan kebutuhan pelayanan sehingga investasi dan program yang dilakukan dapat memberikan manfaat secara optimal kepada masyarakat.

“Pengembangan rumah sakit harus disusun berdasarkan kebutuhan pelayanan dan tetap terintegrasi dengan perencanaan pembangunan,” katanya.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menegaskan bahwa sektor kesehatan memiliki posisi penting dalam agenda pembangunan Kabupaten Sumenep.

Karena itu, penyusunan program kesehatan harus berangkat dari kondisi daerah serta kebutuhan masyarakat, bukan hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas.

“Perencanaan kesehatan harus terintegrasi dengan pembangunan daerah agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tutur Arif Firmanto.

Ia menilai koordinasi dengan Kementerian PPN/Bappenas menjadi momentum untuk memperluas pembahasan mengenai arah pembangunan kesehatan di Sumenep.

Melalui komunikasi lintas pemerintahan tersebut, kebutuhan pengembangan layanan rumah sakit dapat dipetakan secara lebih terarah dengan tetap mempertimbangkan kemampuan daerah dan prioritas pembangunan.

“Kolaborasi bersama pemerintah pusat dan rumah sakit penting untuk memperkuat arah pembangunan kesehatan Sumenep secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kunjungan Tim Bappenas juga menjadi bagian dari proses sinkronisasi dan evaluasi terhadap kebutuhan pengembangan RSUD dr. H. Moh. Anwar. Sejumlah kebutuhan rumah sakit dapat dibahas dalam kerangka perencanaan yang lebih luas, sehingga pengembangannya diharapkan tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan kesehatan daerah.

Sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan utama di Kabupaten Sumenep, RSUD dr. H. Moh. Anwar memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Posisi tersebut membuat pengembangan rumah sakit membutuhkan perencanaan yang matang, bertahap, dan berkesinambungan. Kebutuhan fasilitas, kapasitas pelayanan, serta peningkatan mutu layanan perlu ditempatkan dalam satu arah kebijakan yang terintegrasi.

Pertemuan antara Tim Bappenas, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Bappeda, dan jajaran RSUD tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menentukan arah pembangunan sektor kesehatan.

Bagi masyarakat, penguatan RSUD pada akhirnya tidak hanya diukur dari bertambahnya bangunan atau fasilitas. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pengembangan tersebut mampu memperluas akses, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Sumenep.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama. Koordinasi yang telah dilakukan diharapkan berlanjut dalam tahapan perencanaan berikutnya, sehingga arah pengembangan RSUD dr. H. Moh. Anwar dapat semakin terukur dan memberikan dampak nyata terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

(Nin/Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *