Hari Pertama MPLS, Disdik Sumenep Wajibkan Nuansa Adat Madura untuk Perkuat Identitas Budaya Pelajar

Radar9
11 Jul 2026 10:27
2 menit membaca

SUMENEP – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelestarian budaya lokal dengan mengajak seluruh warga sekolah mengenakan pakaian adat khas Madura pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Imbauan tersebut berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah (SM), dengan melibatkan peserta didik, kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan sebagai bentuk partisipasi bersama dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, S.Pd., M.T., mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan identitas budaya Madura kepada peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun karakter, rasa bangga, dan kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya daerah.

“Melalui penggunaan pakaian adat Madura pada hari pertama MPLS, kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sejak dini. Sekolah harus menjadi ruang yang mampu membentuk karakter sekaligus menjaga identitas budaya daerah,” ujar Mohamad Iksan.

Gerakan yang mengusung slogan “Berbudaya Itu Keren!” tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana MPLS yang lebih bermakna. Selain menyambut peserta didik baru, kegiatan itu juga menjadi media edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai budaya Madura secara langsung melalui simbol dan tradisi yang melekat pada pakaian adat.

Disdik Sumenep berharap langkah tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi awal lahirnya kesadaran kolektif di lingkungan pendidikan untuk terus melestarikan budaya Madura sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus kekayaan budaya nasional.

Melalui gerakan ini, Disdik menargetkan tumbuhnya generasi pelajar yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berbudaya, serta bangga menjadi bagian dari masyarakat Madura.

(Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *