SUMENEP, RADAR9.ID ∼ Guna memperkuat sinergi antara kepatuhan administrasi dan keselamatan berkendara, Unit Tujarwali Satlantas Polres Sumenep menggelar operasi gabungan bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan UPT PPD (Samsat) Sumenep pada Rabu (18/02/26).
Berbeda dengan operasi pada umumnya, kegiatan yang menyasar sejumlah titik strategis ini mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Petugas di lapangan lebih banyak memberikan teguran serta imbauan langsung daripada melakukan penindakan hukum secara kaku.
Kanit Tujarwali Satlantas Polres Sumenep, IPDA Dypta, SH, menyatakan bahwa fokus utama dari kolaborasi lintas instansi ini adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui upaya preventif.
“Kami berupaya meminimalisir terjadinya kecelakaan dengan memperbanyak teguran dan imbauan. Pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas kami dalam berinteraksi dengan pengguna jalan,” ujar perwira pertama kelahiran Surabaya tersebut.
IPDA Dypta menegaskan bahwa sanksi tilang atau penindakan hukum hanya akan diambil sebagai langkah terakhir jika ditemukan pelanggaran yang sangat fatal dan berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.
Langkah ini diambil untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kepatuhan pajak dan ketertiban berlalu lintas adalah dua pilar penting dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Menutup keterangannya, IPDA Dypta berharap agar masyarakat Sumenep semakin sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya.
“Harapannya, seluruh pengguna jalan dari titik keberangkatan sampai tujuan bisa selamat dan aman. Budaya tertib ini harus tumbuh dari kesadaran sendiri, bukan karena takut petugas,” pungkasnya.
Dengan adanya operasi terpadu ini, diharapkan angka kecelakaan di wilayah Sumenep dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan rasio kepatuhan pajak kendaraan bermotor di wilayah tersebut.
Penulis : Ibnu Hajar
Editor : Redaksi






