Target Tinggi, Masalah Menggunung: MBG Dipersoalkan di Forum Publik

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, RADAR9.ID ∼ Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Antara Instruksi Pusat dan Eksekusi Pucat: Suara dari Dapur Sekolah” di Aula Potre Koneng, Bappeda Kabupaten Sumenep, Senin (16/2/26).

Forum ini menghadirkan Koordinator SPPG Sumenep Moh. Kholilurrahman Hidayatullah, analis kebijakan publik Sohebul Umam, dan jurnalis Kompas Nur Kholis. Diskusi diikuti perwakilan guru, wali siswa, serta organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Sumenep.

Di hadapan peserta FGD, Kholilurrahman menjelaskan struktur kerja SPPG secara normatif, termasuk peran ahli gizi, tenaga akuntansi, hingga mitra pelaksana yang bekerja sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan.

Ia menekankan bahwa dinamika dan polemik di lapangan bukan domain kewenangannya. Dalam kapasitas sebagai koordinator wilayah, ia hanya bertugas mengonsolidasikan informasi terkait pelaksanaan MBG dan meneruskannya kepada pimpinan secara berjenjang.

“Kami di wilayah tidak berada pada posisi pengambil keputusan teknis. Jika ada temuan, kami himpun dan laporkan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, Nur Kholis menilai, program MBG di era pemerintahan Prabowo Subianto memicu beragam respons publik. Ia mengidentifikasi tiga sikap utama: apresiatif, korektif, dan apatis, dengan respons apatis yang terbagi dua.

“Ada tiga respons: apresiatif, korektif, dan apatis. Yang apatis ini ada dua: tidak percaya pada program MBG beserta persoalannya, atau tidak tahu sumber dan skema program itu sendiri,” ujarnya.

Kholis juga menyoroti optimisme Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan keberhasilan program MBG hingga 99,9 persen. Ia menilai, dengan skala program yang besar, potensi kendala teknis tetap terbuka, termasuk faktor kelalaian manusia.

“Presiden menargetkan 99,9 persen berhasil. Namun dalam pekerjaan sebesar ini, tentu sangat mungkin terjadi human error,” tambahnya.

Sementar itu, Sohebul Umam menilai program MBG memiliki legitimasi politik kuat karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan utama program ini berada pada aspek teknis dan tata kelola, meski secara popularitas menguntungkan Presiden Prabowo.

“MBG kuat secara legitimasi politik karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Tetapi yang akan benar-benar diuji adalah aspek teknis dan pengelolaannya,” jelasnya.

Ia juga menyebut, gagasan besar kerap lahir dari proses panjang, bukan semata konsep instan.

“Bisa jadi MBG merupakan kristalisasi pengalaman panjang. Namun keberhasilannya tetap ditentukan oleh kualitas implementasinya,” pungkasnya.

 

Penulis : Ibnu Hajar

Editor : Redaksi***

Berita Terkait

Jelang Arus Mudik, Satlantas Polres Sumenep Perketat Pemeriksaan Kendaraan di Terminal Arya Wiraraja
Headline: Besok! Mari Bergabung dalam Road Show Sosial BIP di Kabupaten Sumenep
Bupati Sumenep Turun Lapangan, Jaga Stabilitas Harga dan Ketersedian Pokok
Jelang Ramadan, Forkopimcam Lenteng Gelar Kerja Bakti Bersihkan Pasar Lenteng
Panen Raya Jagung Jadi Bukti Sinergi Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan
Pemkab Sumenep Pastikan Pelayaran Kepulauan Tetap Stabil Jelang Ramadan dan Mudik Lebaran
Harga dan Stok Aman, Bupati Fauzi Pantau Pasar Anom Sumenep
Diduga Tak Penuhi Juknis, Pelaksanaan MBG Manding Tuai Kritik dan Keluhan Wali Murid

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:57 WIB

Target Tinggi, Masalah Menggunung: MBG Dipersoalkan di Forum Publik

Senin, 16 Februari 2026 - 05:22 WIB

Jelang Arus Mudik, Satlantas Polres Sumenep Perketat Pemeriksaan Kendaraan di Terminal Arya Wiraraja

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:51 WIB

Headline: Besok! Mari Bergabung dalam Road Show Sosial BIP di Kabupaten Sumenep

Sabtu, 14 Februari 2026 - 07:36 WIB

Bupati Sumenep Turun Lapangan, Jaga Stabilitas Harga dan Ketersedian Pokok

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:53 WIB

Panen Raya Jagung Jadi Bukti Sinergi Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru