Pererat Silaturahmi Ulama, Naghfir Siapkan Maulid dan Tasyakuran April 2026

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO, RADAR9.ID – Momen spiritual kembali ditunjukkan oleh Dr. Naghfir, S.HI., S.H., M.Kn., tokoh muda asal Sumenep, melalui kegiatan sowan dan penyambungan sanad bersama rombongan Majelis Rotibul Haddad Naghfir kepada Pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo, Situbondo. Kamis, 12 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan wujud penguatan ukhuwah Islamiyah sekaligus pelestarian tradisi keilmuan pesantren.

Sowan dan penyambungan sanad tidak sekadar seremonial, melainkan simbol penghormatan kepada guru serta upaya menjaga kesinambungan ilmu dan akhlak yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, akan dilaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tasyakuran Majelis Rotibul Haddad pada 7 April 2026 di Perumahan Griya Berkah Regency, Batuan, Sumenep, dengan kehadiran KH. R. Azaim Ibrahimy.

Momentum ini diharapkan semakin mempererat hubungan spiritual serta menumbuhkan keteladanan akhlak Rasulullah SAW.

Naghfir menegaskan bahwa silaturahmi dan sowan memiliki nilai edukatif dalam menanamkan kedisiplinan spiritual, akhlak mulia, dan penghormatan terhadap guru.

Selain itu, ia juga dikenal memimpin gerakan Wakaf Berjamaah untuk pembangunan Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Maqomam Mahmuda di Batuan.

“Setiap silaturahmi dan doa merupakan investasi spiritual yang pahalanya terus mengalir,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga menjadi fondasi dalam menjaga keberkahan ilmu dan kelangsungan nilai-nilai keilmuan di lingkungan pesantren.

Ia menilai, generasi muda perlu memahami makna yang lebih mendalam dari setiap kegiatan keagamaan, sehingga tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menumbuhkan sikap hormat kepada ulama serta komitmen dalam melestarikan tradisi keilmuan.

“Menjaga sanad dan hubungan dengan guru merupakan tanggung jawab moral dalam dunia pendidikan Islam. Karena itu, generasi muda tidak hanya mengikuti kegiatan secara formal, tetapi juga harus memahami makna penghormatan kepada ulama serta menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan dari generasi ke generasi,” pungkasnya.

Melalui Majelis Rotibul Haddad, Naghfir menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar institusi, melainkan sistem nilai yang menghubungkan ilmu, akhlak, dan ukhuwah secara berkesinambungan dari generasi ke generasi.

Penulis : Redaksi***

Berita Terkait

Bersama Puskesmas Pasongsongan, SDN Panaongan III Sukses Laksanakan Imunisasi Difteri
Warga Pulau Sapudi Ucapkan Terima Kasih kepada Pemkab Sumenep atas Bantuan Perbaikan Rumah
Agus Sugianto: Penggerak Senyap yang Menjadikan Pendidikan Pasongsongan Berprestasi
Pascagempa 6,5 SR, BPBD Bersama TNI-Polri dan Instansi Terkait Lakukan Asesmen di Sapudi
Ajang Kreativitas Anak, K3S Pasongsongan Gelar Lomba Fun Colouring Competition Perebutkan Trophy Bunda PAUD
Di Era Digitalisasi, Wifi Gratis Bismillah Melayani Bermanfaat Bagi Masyarakat
Bertepatan dengan Peringatan HBN 2025, YPCU Dapat Maklumat Keluarga Besar Dr. Soetomo 
Hello world!

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:07 WIB

Pererat Silaturahmi Ulama, Naghfir Siapkan Maulid dan Tasyakuran April 2026

Kamis, 27 November 2025 - 22:45 WIB

Bersama Puskesmas Pasongsongan, SDN Panaongan III Sukses Laksanakan Imunisasi Difteri

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 23:40 WIB

Warga Pulau Sapudi Ucapkan Terima Kasih kepada Pemkab Sumenep atas Bantuan Perbaikan Rumah

Senin, 6 Oktober 2025 - 19:32 WIB

Agus Sugianto: Penggerak Senyap yang Menjadikan Pendidikan Pasongsongan Berprestasi

Kamis, 2 Oktober 2025 - 13:41 WIB

Pascagempa 6,5 SR, BPBD Bersama TNI-Polri dan Instansi Terkait Lakukan Asesmen di Sapudi

Berita Terbaru