SUMENEP, RADAR9.ID – Momentum pelantikan pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Sumenep di Warung Brewok, Jalan Pahlawan, menjadi sinyal kuat kebangkitan ekonomi agraris di ujung timur Pulau Madura, Pada Rabu (11/02/26).
Acara ini menandai dimulainya kolaborasi strategis antara APTI di bawah kepemimpinan Ainul Yakin dengan Naghfir’s Institute untuk memutus rantai ketergantungan pada tembakau impor.
Dr. Naghfir menilai pelantikan Ainul Yakin sebagai momentum strategis untuk memperkokoh daya saing petani tembakau di pasar dalam negeri sekaligus menekan dominasi tembakau impor.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata untuk memperkuat posisi petani tembakau agar lebih berdaya saing di pasar nasional,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp oleh RADAR9.ID, Rabu (12/2/26).
Menurutnya, sinergi dengan industri rokok nasional menjadi faktor penentu agar tembakau lokal mampu berdiri sejajar dan kompetitif, bukan sekadar pelengkap.
“Kolaborasi dengan pabrikan rokok harus diperkuat, sehingga tembakau lokal bisa menjadi pilihan utama dan mampu mengimbangi produk impor,” tegasnya.
Naghfir Institut juga menegaskan bahwa penguatan kualitas harus berjalan seiring dengan pengelolaan pemasaran, karena nilai jual tinggi hanya dapat dicapai ketika mutu terjaga dan pasar domestik semakin berpihak pada produk tembakau lokal.
“Jika kualitas terjaga dan pemasaran dikelola dengan baik, harga tinggi bukan lagi harapan, melainkan keniscayaan bagi petani,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari lembaga riset dan advokasi seperti Naghfir’s Institute, para petani tembakau di Sumenep kini memiliki harapan baru. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian tradisi bertani, tetapi juga menjadikan tembakau lokal sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah yang mandiri.
Penulis : Ibnu Hajar






