Pacu Swasembada, BPP Pasongsongan Usung Misi “Taubat Ekologi” di Rakor Batu

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, RADAR9.ID – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pasongsongan menegaskan komitmennya dalam mempercepat swasembada pangan nasional melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Kota Batu, Malang, 6–8 Februari 2026. Fokus utamanya adalah swasembada pangan berbasis ekologi dan kemandirian ekonomi.

 

Bukan sekadar mengejar angka, strategi yang digodok dalam rakor ini menitikberatkan pada peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Tujuannya jelas, yakni memaksimalkan lahan agar komoditas padi dan jagung tidak lagi sekadar tumbuh, tapi berproduksi secara optimal sepanjang tahun.

 

Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Pasongsongan, Ahmad Molyono, S.P., M.M.A., menyatakan bahwa para penyuluh kini dibekali strategi pendampingan yang lebih agresif untuk mengubah pola pikir petani.

 

“Kami dorong petani untuk berani meningkatkan frekuensi tanam. Jika sebelumnya hanya sekali setahun, target kita adalah dua kali tanam. Ini bukan cuma soal menambah stok pangan, tapi langsung berdampak pada tebalnya dompet petani,” tegas Molyono.

 

Ada satu poin krusial yang menjadi pembeda dalam program ini, yakni konsep “Taubat Ekologi”. Molyono menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas tidak boleh merusak bumi. Petani diajak kembali pada praktik pertanian yang selaras dengan alam demi menjaga keberlanjutan lahan.

 

“Kami tidak hanya bicara soal tonase panen. Kami bicara soal kesejahteraan yang berkelanjutan dan bernilai keberkahan. Inilah mengapa kolaborasi lintas sektor menjadi harga mati untuk mencapai swasembada,” tambahnya.

 

Sejalan dengan arahan Presiden RI, BPP Pasongsongan berharap semangat ini menular kepada seluruh petani di wilayahnya. Keberhasilan program ini bergantung pada sinergi kuat antara penyuluh, pemerintah, Kementerian Agama, hingga mitra usaha.

 

Dengan model kolaborasi ini, Pasongsongan diharapkan menjadi pilot project di Jawa Timur dalam mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi, tangguh secara pangan, dan tetap lestari secara lingkungan.

Penulis : Ibnu Hajar

Berita Terkait

BUMA Amanah Farm dan GP Ansor Batuan Tanam Bibit Sukun di Gelugur, Perkuat Gerakan Satgas Hijau dan Ketahanan Pangan
Cukai Tinggi Dinilai Picu Rokok Ilegal, Industri Rokok Usulkan Tarif Khusus ke Menkeu
DKPP Sumenep Sinkronkan Program 2026 di Kementan, Fokus Percepatan Swasembada dan Hilirisasi
Target Tinggi, Masalah Menggunung: MBG Dipersoalkan di Forum Publik
Panen Raya Jagung Jadi Bukti Sinergi Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan
Sosialisasi Serap Gabah di Manding, Bulog Siap Jemput Hasil Panen Petani Sesuai HPP
BPP Dungkek Lakukan Ubinan Jagung di Desa Bicabbih, Produktivitas Capai 6,24 Ton per Hektare
Solidaritas Tanpa Batas: DRT The Big Family dan IWO Sumenep Ringankan Beban Warga Karduluk

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 04:56 WIB

BUMA Amanah Farm dan GP Ansor Batuan Tanam Bibit Sukun di Gelugur, Perkuat Gerakan Satgas Hijau dan Ketahanan Pangan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:37 WIB

Cukai Tinggi Dinilai Picu Rokok Ilegal, Industri Rokok Usulkan Tarif Khusus ke Menkeu

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:32 WIB

DKPP Sumenep Sinkronkan Program 2026 di Kementan, Fokus Percepatan Swasembada dan Hilirisasi

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:57 WIB

Target Tinggi, Masalah Menggunung: MBG Dipersoalkan di Forum Publik

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:53 WIB

Panen Raya Jagung Jadi Bukti Sinergi Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru