SUMENEP – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Hasil Desa Kambingan Barat menggelar pertemuan rutin pada Senin (9/2/2026). Kegiatan ini merupakan agenda berkala yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali sebagai wadah koordinasi, evaluasi, dan peningkatan kapasitas petani.
Pertemuan tersebut diisi dengan penyuluhan dan sosialisasi terkait Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman padi.
Dalam pertemuan itu, Koordinator Penyuluh (Korluh) Saddam Susilo Kariyanto, S.TP, menyampaikan materi mengenai jenis-jenis OPT yang sering menyerang tanaman padi, cara deteksi dini, serta langkah pengendalian yang tepat dan ramah lingkungan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan bertujuan meningkatkan kewaspadaan petani agar potensi kerugian akibat serangan hama dan penyakit dapat diminimalkan.
“Melalui penyuluhan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan petani terhadap serangan OPT. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, risiko kerugian dapat ditekan sehingga produktivitas padi tetap terjaga,” ujar Saddam.
Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa serangan OPT dapat berdampak signifikan terhadap produktivitas jika tidak ditangani sejak awal. Karena itu, petani diharapkan aktif melakukan pengamatan rutin di lahan dan segera berkoordinasi dengan petugas penyuluh apabila ditemukan gejala serangan.
“Kunci pengendalian OPT adalah deteksi dini dan penanganan terpadu. Petani tidak boleh menunggu serangan meluas, tetapi harus segera melakukan tindakan sesuai anjuran teknis,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, korluh berharap pengetahuan dan kesadaran petani semakin meningkat dalam menjaga kesehatan tanaman.
Dengan pengendalian yang tepat dan kerja sama antara petani dan penyuluh, diharapkan produksi padi di Desa Kambingan Barat tetap optimal dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Penulis : Ibnu Hajar






