Praneda Care Foundation Kembali Berikan Bantuan Korban Bencana di Aceh Tamiang, Membawa Harapan di Jumat Berkah

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang — Di tanah yang dikenal sebagai Bumi Serambi Mekkah, kepedulian kembali mengetuk nurani. Untuk kesekian kalinya, Praneda Care Foundation Jakarta hadir langsung di tengah masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera. Di saat sebagian wilayah masih bergulat dengan keterbatasan listrik, air bersih, dan sarana dasar kehidupan, kehadiran itu bukan sekadar membawa bantuan—tetapi menyalakan kembali harapan untuk bangkit.

Penyaluran bantuan berlangsung bertepatan dengan Jumat Mustajab, 23 Januari 2026, di Kabupaten Aceh Tamiang. Momentum sakral tersebut dimaknai sebagai ikhtiar kemanusiaan yang dibingkai doa, keikhlasan, dan panggilan nurani. Praneda Care Foundation menyerahkan berbagai kebutuhan mendasar, peralatan rumah tangga, perlengkapan sekolah anak-anak, serta mesin genset guna menunjang penerangan dan aktivitas warga pascabencana.

Sebelumnya, sejumlah kegiatan kemanusiaan Praneda Care Foundation dipimpin oleh Tysar Praneda, putra dari Owner Praneda Care Foundation Yessy Praneda dan pengacara ternama Brian Praneda. Namun kali ini, penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Perwakilan Praneda Care Foundation, Chairil Azhar, bersama Bang Putra, dengan dukungan penuh para relawan.
Dengan penuh keikhlasan, tim Praneda Care Foundation mendatangi satu per satu titik warga terdampak.

Langkah mereka menjadi respons nyata atas kondisi masyarakat Aceh Tamiang yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah bencana melanda. Setibanya di lokasi, antusiasme masyarakat begitu terasa. Warga berbondong-bondong menyambut kedatangan tim, menyapa dengan wajah penuh harap dan rasa syukur yang tak tersembunyikan.

Minimnya penerangan, keterbatasan air bersih, serta kurangnya fasilitas pendukung menjadi perhatian serius Praneda Care Foundation. Seluruh bantuan kemudian didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak sebagai wujud konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam keterangannya, Bang Putra menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini dilandasi semangat kebersamaan dan empati.

“Kami datang bukan untuk sekadar memberi, tetapi untuk menemani. Harapan kami, bantuan ini bisa menjadi penguat bagi masyarakat Aceh Tamiang agar kembali menata hidup, menyalakan aktivitas, dan melangkah ke depan dengan semangat yang baru,” ujar Bang Putra.

Sementara itu, Chairil Azhar menyampaikan pesan kemanusiaan dengan nada reflektif dan penuh makna.

“Bencana memang meninggalkan luka, tetapi kepedulian adalah obat yang menenangkan. Selama tangan-tangan masih mau saling menggenggam, harapan tidak akan pernah padam. Aceh Tamiang hari ini mengajarkan kami arti keteguhan dan kesabaran,” ungkapnya.

Owner Praneda Care Foundation, Yessy Praneda, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus panggilan nurani.

“Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, Aceh di Sumatera masih sangat membutuhkan perhatian kita semua. Kami mengajak seluruh pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian. Bantuan ini mungkin tidak sempurna, tetapi kami berharap dapat membantu masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari di tengah keterbatasan yang masih ada,” kata Yessy Praneda.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penggalangan dan penyaluran bantuan, di antaranya Remaja PİK, Paul, Fuska, Diah Saraswa, Lanny dan Dian Eka Meliando.

Salah satu warga Aceh Tamiang, Saliha, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Di tengah kondisi yang masih terbatas, kehadiran Praneda Care Foundation memberi semangat baru. Semoga seluruh kebaikan ini dibalas Allah SWT dengan keberkahan,” ujarnya.

Di Aceh Tamiang, bantuan ini menjadi saksi bahwa pemulihan pascabencana bukan semata soal waktu, melainkan tentang kepedulian yang terus hadir. Ketika kebutuhan dasar dijawab dengan aksi nyata, masyarakat memiliki ruang untuk kembali berdiri, dan dari sanalah harapan tumbuh kembali, perlahan namun pasti.

Berita Terkait

Tak Ingin Punah, Assalafiyah Abadikan Rebana 300 Tahun Lewat Rekaman Profesional
Idul Fitri 1447 H, Naghfir’s Institute Gaungkan Keikhlasan dan Silaturahmi
BPRS Bhakti Sumekar Ajak Perkuat Spirit Idulfitri dan Kebersamaan
Kolaborasi Tiga Cabang, BMT UGT Nusantara Sumenep Berbagi Ribuan Takjil di Bulan Ramadhan
Isi Ramadan dengan Kepedulian Sosial, Abd Aziz Salim Syabibi Santuni Anak Yatim di Myze Hotel Sumenep
Remaja Masjid Husnul Khatimah Istiqamah Tadarus Al-Qur’an Setiap Malam di Bulan Ramadhan
Hampir Setiap Hari, Kebaikan Praneda Care Foundation Mengalir untuk Pengendara, Pejalan Kaki, dan Warga Jakarta
Ramadan Berkah, Praneda Care Foundation Hadirkan Senyum untuk Warga Aceh dan Jakarta dengan Ratusan Takjil

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 21:40 WIB

Tak Ingin Punah, Assalafiyah Abadikan Rebana 300 Tahun Lewat Rekaman Profesional

Selasa, 24 Maret 2026 - 04:49 WIB

Idul Fitri 1447 H, Naghfir’s Institute Gaungkan Keikhlasan dan Silaturahmi

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:27 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Ajak Perkuat Spirit Idulfitri dan Kebersamaan

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi Tiga Cabang, BMT UGT Nusantara Sumenep Berbagi Ribuan Takjil di Bulan Ramadhan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:27 WIB

Isi Ramadan dengan Kepedulian Sosial, Abd Aziz Salim Syabibi Santuni Anak Yatim di Myze Hotel Sumenep

Berita Terbaru

Foto: Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, saat memimpin apel gabungan ASN sekaligus menyerahkan simbolis hibah perahu kepada Pemerintah Desa Kalisangka.

Pemerintahan

Wabup Sumenep: Perahu Hibah Harus Genjot Layanan Kepulauan

Senin, 6 Apr 2026 - 15:34 WIB

Foto: Barang bukti sabu seberat 6,47 gram dan 31 butir pil ekstasi yang diamankan polisi di kamar kost tersangka di Sumenep.

Narkoba

Pengedar Sabu–Ekstasi Diciduk di Kost Sumenep

Minggu, 5 Apr 2026 - 20:43 WIB

Foto: Petugas kepolisian bersama warga saat melakukan penanganan dan evakuasi korban di lokasi kejadian Sungai Setail, Banyuwangi.

Peristiwa

Remaja 14 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Setail Banyuwangi

Minggu, 5 Apr 2026 - 12:55 WIB