SUMENEP – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Guluk-Guluk, Fatoni Firmansyah, SP, mendorong para petani untuk beralih dari penggunaan bibit inhibrida ke bibit hibrida guna meningkatkan hasil dan produktivitas pertanian.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sektor pertanian di Kabupaten Sumenep.
Menurut Fatoni, bibit hibrida memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan bibit inhibrida, terutama dari sisi potensi hasil panen dan ketahanan tanaman terhadap serangan hama serta penyakit.
“Bibit hibrida memiliki keunggulan dari sisi produktivitas dan ketahanan tanaman, sehingga sangat dianjurkan untuk meningkatkan hasil tanam petani,” ujar Fatoni
Ia menjelaskan, khususnya di Kecamatan Guluk-Guluk, tingkat kesadaran petani untuk beralih ke penggunaan bibit hibrida mulai menunjukkan perkembangan yang positif. Hal tersebut terlihat di desa binaannya, yakni Desa Bekeong dan Desa Batu Ampar.
“Di Kecamatan Guluk-Guluk, khususnya Desa Bekeong dan Desa Batu Ampar, sekitar 30 persen petani telah beralih menggunakan bibit hibrida. Pada tahun 2026, kami menargetkan peningkatan kesadaran petani hingga mencapai 35 persen,” ujarnya, Sabtu (17/01/2026).
Lebih lanjut, Fatoni menegaskan bahwa peralihan penggunaan bibit tersebut harus diiringi dengan penerapan teknik budidaya yang tepat agar hasil yang diperoleh dapat maksimal.
“Untuk meningkatkan hasil pertanian, penggunaan bibit hibrida harus dibarengi dengan pemupukan yang berimbang, pengolahan lahan yang baik, serta pengairan yang teratur,” jelasnya.
Ia berharap ke depan semakin banyak petani yang mengikuti langkah tersebut, sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan berdampak pada kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Penulis : Ibnu Hajar






