BC Madura Seolah Biarkan Rokok Avatar Merajalela di Madura, Hukum Tajam ke Bawah, Lemah ke Atas,

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Dugaan kolusi dan pembiaran di tubuh Bea Cukai Madura memantik kemarahan masyarakat. Rokok ilegal merk Avatar MasterClass, yang diproduksi dan diedarkan oknum PNS inisial MNJ Pamekesan secara masif  hingga kabupaten Sumenep kini terus beroperasi tanpa hambatan, sementara aparat Bea Cukai seolah kehilangan nyali.

Mobil pick-up berisi karton rokok ilegal berulang kali melintas di jalanan Pamekasan, viral di media sosial, dan ironisnya tidak pernah tersentuh operasi penegakan hukum.

“Setiap malam keluar mobil dari gudangnya. Tidak pernah ada razia, padahal semua orang tahu itu rokok tanpa pita cukai,” keluh seorang warga Desa Larangan Luar, Sabtu/18/2025).

Bobroknya, kabar beredar bahwa pedagang kecil diberi “jaminan aman” jika mau menjual produk ilegal ini, karena sang pemilik dikabarkan berdamai dengan oknum aparat.

Aktivis R. Firmansyah menegaskan, kondisi ini telah merusak citra Bea Cukai sebagai institusi negara.

“Pedagang kecil ditindak, tapi pabrik besar dibiarkan beroperasi bebaas, ini bukan keadilan, ini keberpihakan yang merendahkan hukum!” tegasnya.

Rokok ilegal yang dibiarkan beredar bukan hanya merugikan negara dari sisi cukai, tetapi juga menggerogoti ekonomi lokal dan mengancam kesehatan masyarakat. Produk ilegal ini tidak diawasi kualitasnya, distribusinya tak terkontrol, dan pembuatnya bebas bermain di belakang layar.

“Jika ini terus dibiarkan, Madura akan jadi surga bagi rokok ilegal, di mana hukum hanya tajam ke bawah,” tambah Firmansyah.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa hukum harus tegas dan adil, bukan sekadar pencitraan dan operasi seremonial. Rakyat menuntut tindakan nyata, keberanian aparat, dan intervensi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi, agar oknum-oknum yang selama ini bermain di balik industri gelap rokok ilegal segera ditindak.

Pihaknya menuntut keadilan dan transparansi aparat penegak hukum .

“Aparat bekerja untuk negara, bukan untuk kepentingan segelintir oknum yang menikmati keuntungan dari industri ilegal yang merajalela,” tegasnya.

Ia pun mendesak Menteri Purbaya agar turun langsung ke Madura, khusunya kabupaten Pamekasan.

““Kasus rokok ilegal Avatar MasterClass ini sudah keterlaluan. Aparat Bea Cukai Madura seolah tutup mata, sementara pabrik besar beroperasi bebas. Publik tidak mau dibohongi lagi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi harus turun langsung ke Pamekasan untuk membersihkan oknum-oknum yang bermain di belakang layar. Hukum harus tajam ke atas, adil bagi semua, dan negara tidak boleh kalah oleh mafia rokok ilegal.” tandasnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Peredaran Miras Ilegal Terbongkar! Polres Sampang Amankan 12 Karton Arak Bali
Pelaku TPKS Siswi SMA Hanya dituntut 3 Tahun, Kuasa Hukum Siap Lapor Kejati hingga Kejagung
Komisi IV DPRD Sumenep Murka: Predator Seksual Anak Marak, APH Diminta Terapkan UU TPKS Maksimal
TPKS Siswi SMA di Sumenep, Pelaku Hanya Terancam 3 Tahun: Ada Apa dengan Penegakan UU?
Reformasi Gagal: Oknum Polisi Sumenep Intimidasi Jurnalis Setelah Anak Jadi Korban Tabrakan
Perkuat Layanan Masyarakat, Kapolres Sumenep Lakukan Rotasi Strategis Pejabat dan Kapolsek
Terlunta-lunta dan Tak Diakui, Anak Kandung Denada Gugat Haknya ke Pengadilan Negeri Banyuwangi
MBG Sumenep Bau Politik: Dear Jatim Laporkan Dugaan Skandal Gizi Anak ke BG

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 19:39 WIB

Peredaran Miras Ilegal Terbongkar! Polres Sampang Amankan 12 Karton Arak Bali

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:24 WIB

Pelaku TPKS Siswi SMA Hanya dituntut 3 Tahun, Kuasa Hukum Siap Lapor Kejati hingga Kejagung

Senin, 26 Januari 2026 - 22:36 WIB

Komisi IV DPRD Sumenep Murka: Predator Seksual Anak Marak, APH Diminta Terapkan UU TPKS Maksimal

Senin, 26 Januari 2026 - 18:32 WIB

TPKS Siswi SMA di Sumenep, Pelaku Hanya Terancam 3 Tahun: Ada Apa dengan Penegakan UU?

Minggu, 25 Januari 2026 - 19:16 WIB

Reformasi Gagal: Oknum Polisi Sumenep Intimidasi Jurnalis Setelah Anak Jadi Korban Tabrakan

Berita Terbaru