Melalui Rokat Desa, Pemdes Kebonagung Hidupkan Nilai-Nilai Luhur Pangeran Judonegoro

Kamis, 14 Agustus 2025 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Pemerintah Desa (Pemdes) Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep, menggelar acara Rokat Desa sekaligus Haul Akbar Pangeran Judonegoro dan para sesepuh terdahulu, Kamis,  (14/8/2025), malam .

Kegiatan tahunan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, ini dihadiri tokoh masyarakat, alim ulama, perangkat desa, serta ratusan warga Kebonagung.

Doa bersama dan lantunan tahlil menjadi puncak kegiatan Rokat desa Kebunagung.

Kepala Desa Kebonagung, Bustanul Affa, S.H, menyampaikan, kegiatan ini telah menjadi tradisi yang rutin digelar setiap tahun. Selain sebagai ajang silaturahmi antar warga, acara ini juga bertujuan untuk mengenang jasa para sesepuh yang telah berjuang membangun desa.

“Tujuannya untuk mengenang dan mendoakan seluruh sesepuh terdahulu, sekaligus berdoa bersama agar Desa Kebonagung dijauhkan dari segala musibah. Semoga desa ini senantiasa diberi keselamatan dan kemakmuran, sehingga ke depan bisa semakin baik dan maju,” ungkapnya.

Kades visioner ini juga berpesan kepada generasi muda agar senantiasa takzim, menghargai sejarah, dan meneladani perjuangan para pendahulu.

“Rokat Desa bukan sekadar ritual, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan menjaga warisan budaya leluhur agar tidak tergerus oleh modernisasi,” pungkasnya.

Di tengah gempuran modernisasi yang membuat banyak tradisi mulai pudar, Desa Kebonagung justru teguh menjaga warisan leluhurnya. Rokat Desa dan Haul Akbar Pangeran Judonegoro bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol persatuan, doa, dan penghormatan terhadap sejarah panjang desa.

Masyarakat tumpah ruah, anak-anak yatim mendapatkan santunan, dan generasi muda diberi pesan moral untuk tidak melupakan jasa para sesepuh. Di balik doa yang dilantunkan, tersimpan harapan besar agar Kebonagung senantiasa dijauhkan dari musibah, dilimpahi kemakmuran, dan menjadi desa yang semakin maju.

Tradisi ini bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan yang kini semakin langka. Di sinilah akar budaya bertemu dengan cita-cita masa depan.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kolaborasi Tiga Cabang, BMT UGT Nusantara Sumenep Berbagi Ribuan Takjil di Bulan Ramadhan
Isi Ramadan dengan Kepedulian Sosial, Abd Aziz Salim Syabibi Santuni Anak Yatim di Myze Hotel Sumenep
Remaja Masjid Husnul Khatimah Istiqamah Tadarus Al-Qur’an Setiap Malam di Bulan Ramadhan
Hampir Setiap Hari, Kebaikan Praneda Care Foundation Mengalir untuk Pengendara, Pejalan Kaki, dan Warga Jakarta
Ramadan Berkah, Praneda Care Foundation Hadirkan Senyum untuk Warga Aceh dan Jakarta dengan Ratusan Takjil
Pemkab Sumenep Kembali Fasilitasi Mudik Gratis Perantau Jakarta Sambut Idulfitri 1447 H
BIP Sumenep Gelar Aksi Sosial Akbar, Ribuan Anak Yatim dan Pekerja Jalanan Madura Rasakan Hangatnya Kepedulian
Optimalkan Layanan Masyarakat, KUA Lenteng Sumenep Tegaskan Nikah di Kantor Gratis bagi Pasangan Perawan-Perjaka

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi Tiga Cabang, BMT UGT Nusantara Sumenep Berbagi Ribuan Takjil di Bulan Ramadhan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:27 WIB

Isi Ramadan dengan Kepedulian Sosial, Abd Aziz Salim Syabibi Santuni Anak Yatim di Myze Hotel Sumenep

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:12 WIB

Remaja Masjid Husnul Khatimah Istiqamah Tadarus Al-Qur’an Setiap Malam di Bulan Ramadhan

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:42 WIB

Hampir Setiap Hari, Kebaikan Praneda Care Foundation Mengalir untuk Pengendara, Pejalan Kaki, dan Warga Jakarta

Sabtu, 28 Februari 2026 - 03:36 WIB

Ramadan Berkah, Praneda Care Foundation Hadirkan Senyum untuk Warga Aceh dan Jakarta dengan Ratusan Takjil

Berita Terbaru