SUMENEP, RADAR9.ID – Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan Yayasan Alif di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan tajam dari Jurnalis Sumenep Independen (JSI). Program yang seharusnya menjamin asupan gizi anak justru diduga menyajikan makanan di bawah standar kelayakan.
Sorotan itu mencuat setelah menu yang disajikan pada Kamis (2/4/2026) dinilai tidak memenuhi standar Badan Gizi Nasional. Paket makanan yang diberikan kepada siswa hanya berupa nasi putih, ikan asin, tahu putih, dan buah pisang.
Ketua JSI, Igusty Madani, menegaskan bahwa komposisi menu tersebut tidak mencerminkan prinsip gizi seimbang, bahkan dinilai tidak layak konsumsi bagi anak usia dini.
“Ini bukan sekadar soal menu sederhana, tapi menyangkut kelayakan konsumsi dan standar gizi anak. Jika benar tidak sesuai standar Badan Gizi Nasional, ini harus dievaluasi serius,” tegasnya pada Kamis (2/3/2026) Malam.
Ia menambahkan, JSI akan segera melayangkan surat audiensi ke DPR RI untuk mendesak pemanggilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pelaksana program, guna dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban.
“Kami akan dorong DPR RI memanggil SPPG. Jika terbukti melanggar standar, harus ada konsekuensi tegas,” tegasnya.
Keluhan juga datang dari wali murid. Sejumlah orang tua mengaku kecewa dengan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka, terutama di tingkat PAUD.
“Jujur mas, tahunya bau, ikan terinya keras. Anak-anak tidak bisa makan,” ungkap salah satu wali murid.
Menurut Igusty, sorotan terhadap SPPG bukan kali pertama terjadi. Keluhan serupa disebut sudah berulang, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan pada kualitas menu yang disajikan.
“Keluhan terhadap SPPG bukan hal baru tapi berulang kali disorot, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan pada kualitas menu.” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG belum memberikan tanggapan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab sebagai bentuk keberimbangan informasi.
Penulis : Prabu
Editor : Redaksi






