BPRS Bhakti Sumekar Ingatkan Bahaya THR Habis Seketika, Dorong Skema 40:30:20:10 untuk Keuangan Sehat

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pamflet resmi BPRS Bhakti Sumekar yang memuat panduan pengelolaan uang THR pada momentum Idulfitri, termasuk skema pembagian keuangan secara terukur untuk menjaga stabilitas finansial pasca-Lebaran.

Foto: Pamflet resmi BPRS Bhakti Sumekar yang memuat panduan pengelolaan uang THR pada momentum Idulfitri, termasuk skema pembagian keuangan secara terukur untuk menjaga stabilitas finansial pasca-Lebaran.

SUMENEP, RADAR9.ID  – Lonjakan konsumsi saat momentum Idulfitri kembali menjadi sorotan. Banyak masyarakat dinilai masih abai dalam mengelola tunjangan hari raya (THR), sehingga berisiko menimbulkan tekanan finansial pasca-Lebaran.

Merespons fenomena tersebut, PT BPRS Bhakti Sumekar menggencarkan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Bank milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu menekankan pentingnya perencanaan sejak awal dalam memanfaatkan THR secara bijak.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa THR seharusnya tidak dihabiskan untuk konsumsi sesaat.

“THR harus dikelola secara cermat agar kondisi keuangan tetap stabil setelah Lebaran. Jika tidak direncanakan, potensi masalah keuangan akan muncul di kemudian hari,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Sebagai langkah konkret, pihaknya merekomendasikan skema pembagian THR ke dalam empat pos utama. Sebanyak 40 persen dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran, seperti belanja dan kebutuhan keluarga.

Selanjutnya, 30 persen wajib disisihkan sebagai tabungan atau dana cadangan. Menurutnya, porsi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan finansial, terutama untuk kebutuhan mendesak di masa mendatang.

Kemudian, 20 persen dianjurkan untuk sedekah atau infak sebagai bentuk kepedulian sosial di momentum Ramadan dan Idulfitri. Sementara 10 persen sisanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi atau self reward, dengan catatan tetap dalam batas wajar.

Fajar menilai, pola pembagian tersebut mampu menjaga keseimbangan antara konsumsi, tabungan, dan tanggung jawab sosial. Tanpa pengelolaan yang tepat, THR justru berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi rumah tangga.

“Minimal 30 persen harus ditabung. Ini penting sebagai dana darurat agar masyarakat tidak kesulitan saat menghadapi kebutuhan tak terduga,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sedekah tidak hanya bernilai sosial, tetapi turut membawa dampak positif terhadap keberkahan finansial.

Melalui edukasi ini, BPRS Bhakti Sumekar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan semakin meningkat, sehingga pendapatan tambahan seperti THR dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa menimbulkan beban ekonomi setelah Idulfitri.

Penulis : Hajariansyah

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kolaborasi Sosial, LensaMadura dan Yayasan Tarmoedji Salurkan Bantuan di Pragaan
Turun ke Jalan, Dear Jatim Sumenep Habiskan Ratusan Takjil dalam Hitungan Menit
Dear Jatim Santuni Anak Yatim di Sumenep, Tegaskan Aksi Nyata di Bulan Ramadhan
Kliktimes Santuni Yatim dan Dhuafa di Guluk-Guluk, Tegaskan Peran Media sebagai Penggerak Sosial
Masjid Mujahidin Jadi Pusat Aksi Sosial, 150 Warga Rentan Terima Santunan dari Detikzone
TPID Sumenep Sidak Pasar Anom, Harga Daging Tembus Rp150 Ribu Jelang Lebaran
Jelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Pasar Anom Sumenep Mulai Turun
Baznas Sumenep Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Senyum Bahagia Warnai Toko DNR

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:11 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Ingatkan Bahaya THR Habis Seketika, Dorong Skema 40:30:20:10 untuk Keuangan Sehat

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:46 WIB

Kolaborasi Sosial, LensaMadura dan Yayasan Tarmoedji Salurkan Bantuan di Pragaan

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:17 WIB

Turun ke Jalan, Dear Jatim Sumenep Habiskan Ratusan Takjil dalam Hitungan Menit

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:00 WIB

Dear Jatim Santuni Anak Yatim di Sumenep, Tegaskan Aksi Nyata di Bulan Ramadhan

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:13 WIB

Kliktimes Santuni Yatim dan Dhuafa di Guluk-Guluk, Tegaskan Peran Media sebagai Penggerak Sosial

Berita Terbaru

Foto: Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep dan anggota DPRD saat mengikuti forum perencanaan pembangunan daerah. Dokumentasi RADAR9.ID/Kabiro.

Pemerintahan

DPRD Sumenep Usul 208 Pokir, Tak Semua Diakomodasi

Senin, 30 Mar 2026 - 15:46 WIB