SUMENEP, RADAR9.ID – Lonjakan konsumsi saat momentum Idulfitri kembali menjadi sorotan. Banyak masyarakat dinilai masih abai dalam mengelola tunjangan hari raya (THR), sehingga berisiko menimbulkan tekanan finansial pasca-Lebaran.
Merespons fenomena tersebut, PT BPRS Bhakti Sumekar menggencarkan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Bank milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu menekankan pentingnya perencanaan sejak awal dalam memanfaatkan THR secara bijak.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa THR seharusnya tidak dihabiskan untuk konsumsi sesaat.
“THR harus dikelola secara cermat agar kondisi keuangan tetap stabil setelah Lebaran. Jika tidak direncanakan, potensi masalah keuangan akan muncul di kemudian hari,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Sebagai langkah konkret, pihaknya merekomendasikan skema pembagian THR ke dalam empat pos utama. Sebanyak 40 persen dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran, seperti belanja dan kebutuhan keluarga.
Selanjutnya, 30 persen wajib disisihkan sebagai tabungan atau dana cadangan. Menurutnya, porsi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan finansial, terutama untuk kebutuhan mendesak di masa mendatang.
Kemudian, 20 persen dianjurkan untuk sedekah atau infak sebagai bentuk kepedulian sosial di momentum Ramadan dan Idulfitri. Sementara 10 persen sisanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi atau self reward, dengan catatan tetap dalam batas wajar.
Fajar menilai, pola pembagian tersebut mampu menjaga keseimbangan antara konsumsi, tabungan, dan tanggung jawab sosial. Tanpa pengelolaan yang tepat, THR justru berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi rumah tangga.
“Minimal 30 persen harus ditabung. Ini penting sebagai dana darurat agar masyarakat tidak kesulitan saat menghadapi kebutuhan tak terduga,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa sedekah tidak hanya bernilai sosial, tetapi turut membawa dampak positif terhadap keberkahan finansial.
Melalui edukasi ini, BPRS Bhakti Sumekar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan semakin meningkat, sehingga pendapatan tambahan seperti THR dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa menimbulkan beban ekonomi setelah Idulfitri.
Penulis : Hajariansyah
Editor : Redaksi






