SUMENEP, RADAR9.ID – Program Mudik Gratis Sumenep 2026 resmi dimulai. Sebanyak 390 perantau asal Sumenep yang bekerja di Jakarta dipulangkan ke kampung halaman melalui delapan bus yang diberangkatkan dalam program mudik gratis bersama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
Pelepasan rombongan pemudik tersebut diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain. Ia memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memfasilitasi masyarakat, khususnya perantau dan warga kepulauan, agar dapat pulang kampung dengan aman dan tanpa terbebani biaya perjalanan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Di Pelabuhan Kalianget, suasana pelepasan pemudik berlangsung penuh haru. Rasa bahagia bercampur rindu terlihat dari para pemudik yang tak sabar kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Dzulkarnain menegaskan bahwa program mudik gratis ini bukan sekadar layanan transportasi, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
“Program mudik ini lebih dari sekadar perjalanan. Ini bukti nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah kepulauan. Pemerintah hadir untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan rasa aman bagi masyarakat yang pulang kampung,” ujarnya.
Selain jalur darat dari Jakarta, arus mudik juga berlangsung melalui jalur laut dari Pelabuhan Kalianget menuju berbagai wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep.
KM Express Bahari 9C melayani rute Kalianget–Kangean dengan 401 penumpang, termasuk seorang bayi. Kemudian KM Sabuk Nusantara 91 mengangkut 156 penumpang menuju rute Kangean–Sapeken. Sementara KMP Dharma Kartika melayani rute Raas–Jangkar dengan jumlah penumpang mencapai 309 orang.
Seluruh proses keberangkatan kapal berlangsung tertib dengan pengawasan ketat dari petugas pelabuhan guna memastikan keselamatan serta kenyamanan para penumpang.
Data dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep mencatat sejak H-10 hingga H-7 Lebaran, ribuan warga telah memanfaatkan program mudik gratis ini.
Jumlah penumpang menuju wilayah kepulauan tercatat mencapai 2.039 orang ke Kangean, 637 orang ke Raas, 412 orang ke Masalembu, 280 orang ke Sapeken, 600 orang ke Sapudi, dan 155 orang menuju Jangkar.
Khusus untuk keberangkatan Minggu, 15 Maret 2026, kapal tujuan Sapudi mengangkut 136 penumpang dewasa serta empat bayi.
Statistik tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumenep. Program ini dinilai tidak hanya membantu meringankan biaya perjalanan masyarakat, tetapi juga memperluas akses transportasi bagi warga kepulauan.
Pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan, mulai dari disiplin antre, mematuhi aturan keselamatan kapal, hingga memperhatikan kebutuhan anak-anak dan lansia selama mudik.
Dzulkarnain menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh warga, khususnya yang berada di wilayah kepulauan, dapat merasakan kemudahan dan keamanan saat pulang kampung.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan bahagia, sehingga dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman,” tegasnya.
Program Mudik Gratis Sumenep 2026 menjadi simbol kuat kehadiran pemerintah dalam melayani masyarakat, sekaligus mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan warga yang tersebar di berbagai daerah.
Momentum mudik tahun ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para perantau, tetapi juga menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan layanan transportasi publik mampu menghadirkan perjalanan mudik yang aman, tertib, dan bermakna.
Penulis : Redaksi






