SUMENEP, RADAR9.ID – Komitmen dalam mendorong peningkatan literasi di kalangan santri kembali ditunjukkan oleh Dr. Naghfir, S.HI., S.H., M.Kn. Ia menyalurkan sejumlah buku bacaan kepada santri di Yayasan Maqomam Mahmuda yang berada di Desa Batuan, Kecamatan Bantuan, Kabupaten Sumenep.
Penyaluran buku tersebut dilakukan sebagai upaya menumbuhkan minat baca di kalangan santri sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan keagamaan.
Dr. Naghfir menegaskan bahwa membaca merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Ia mengingatkan bahwa wahyu pertama yang diturunkan dalam Al-Qur’an adalah perintah untuk membaca.
“Dalam Al-Qur’an, wahyu pertama yang diturunkan adalah Iqra, yang berarti bacalah. Ini menjadi pesan kuat bahwa membaca merupakan pintu awal untuk memperoleh ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan buku-buku tersebut dapat menjadi sarana belajar bagi para santri sekaligus mendorong mereka untuk lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca dibandingkan terlalu sering menggunakan smartphone.
“Harapannya, budaya membaca dapat tumbuh di kalangan santri, khususnya di Yayasan Maqomam Mahmuda, sehingga waktu mereka lebih produktif dengan membaca daripada terlalu banyak bermain gadget,” tambahnya.
Sementara itu, Pengasuh Yayasan Maqomam Mahmuda, Ustadz Yantoso Rema, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan Dr. Naghfir kepada para santri di lembaganya.
Saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp oleh RADAR9.ID pada Sabtu malam (15/3/2026), ia menyatakan bahwa bantuan buku tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung pengembangan wawasan dan pengetahuan para santri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dr. Naghfir atas bantuan buku-buku ini. Semoga menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat besar bagi para santri di yayasan kami,” tuturnya.
Ustadz Yanto menjelaskan bahwa lembaga yang diasuhnya tidak hanya menekankan pada pembelajaran umum seperti membaca buku dan pendidikan keagamaan, tetapi juga memfokuskan pada pendidikan Al-Qur’an. Para santri tidak hanya diajarkan membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga diarahkan untuk menghafalnya.
“Fokus utama lembaga kami adalah pendidikan Al-Qur’an. Para santri diharapkan tidak hanya mampu membaca, tetapi juga menghafal Al-Qur’an, karena pada dasarnya yayasan ini merupakan madrasah tahfidz Al-Qur’an,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan buku-buku tersebut dapat semakin menumbuhkan budaya literasi di kalangan santri, sehingga mampu memperluas wawasan sekaligus memperkuat semangat belajar mereka.
Penulis : Redaksi






