Ketela Rebus MBG Diduga Berbau, Aktivis Sumenep Ultimatum Pelaksana Ikuti Juknis BGN

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Paket Makan Bergizi Gratis (MBG) jatah tiga hari dari SPPG Kecamatan Manding yang diprotes orang tua siswa karena ketela rambat rebus diduga sudah berbau. Dok. RADAR9.ID.

Foto: Paket Makan Bergizi Gratis (MBG) jatah tiga hari dari SPPG Kecamatan Manding yang diprotes orang tua siswa karena ketela rambat rebus diduga sudah berbau. Dok. RADAR9.ID.

SUMENEP, RADAR9.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Manding Daya di Kecamatan Manding kembali menuai sorotan. Sejumlah orang tua siswa mengaku kecewa setelah menemukan salah satu menu dalam paket makanan diduga tidak layak konsumsi.

Paket MBG tersebut merupakan jatah untuk tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu. Isi paket terdiri dari buah pir, dua susu kotak, kurma, telur puyuh rebus, kue serta ketela rambat rebus.

Namun, salah satu orang tua siswa menyampaikan kekecewaannya karena ketela rambat rebus yang diterima anaknya sudah mengeluarkan bau tidak sedap.

“Kami kecewa karena ubi  rebusnya sudah bau dan tidak layak dikonsumsi,” ujar salah satu orang tua dengan nada kecewa.

Sorotan juga datang dari kalangan aktivis Pemuda Reformasi Sumenep. Hidayat, yang akrab disapa Prabu, menegaskan bahwa kualitas makanan dalam program MBG tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan konsumsi anak-anak.

Menurutnya, proses pendistribusian MBG harus mengacu secara ketat pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari standar kualitas bahan makanan, kelayakan konsumsi, hingga proses pengemasan dan distribusi kepada penerima manfaat.

“Program ini sangat baik sebagai upaya pemenuhan gizi anak. Namun pelaksanaannya harus disiplin mengikuti juknis BGN agar makanan yang diterima benar-benar aman, layak, dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan,” tegas Prabu.

Ia juga memperingatkan bahwa pihaknya akan mengambil langkah resmi apabila dalam pendistribusian berikutnya tidak ada perbaikan.

“Jika ke depan tidak ada perubahan dan pendistribusian masih tidak berlandaskan pada juknis BGN, kami akan melaporkan secara resmi dengan cara bersurat langsung ke BGN agar ada evaluasi terhadap pelaksana program di daerah,” tandasnya

Sementara itu, Kepala SPPG Manding Daya saat dikonfirmasi RADAR9.ID melalui pesan WhatsApp menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menyebut kondisi tersebut terjadi karena faktor ketidaksengajaan saat proses penyiapan makanan.

“Siap mas, saya mohon maaf apabila ada yang kurang bagus pada salah satu menu. Itu faktor ketidaksengajaan karena larut malam pekerja kurang fokus,” tulisnya.

Pihaknya juga berjanji akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang dalam pendistribusian program MBG berikutnya.

Penulis : Redaksi***

Berita Terkait

Dokter RSUD Sumenep Ungkap Penyebab Berat Badan Justru Naik Saat Puasa
Konsolidasi Perdana Kampus dan Alumni, Universitas Annuqayah Targetkan 1.500 Mahasiswa Baru
DPRD Sumenep Warning Sekolah: Pengelolaan Dana BOS Wajib Tertib RKAS dan SPj
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Pastikan Pelayan Kesehatan Tetap Optimal Selama Ramadhan
RSUD dr H Moh Anwar Perluas Layanan Mobil Antar Pasien, Kini Menjangkau Kecamatan Gapura
Puskesmas Lenteng Edukasi Pasien Cara Minum Obat yang Tepat Selama Puasa
RSUD Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Sasar Siswa SLB di Saronggi
Target Tinggi, Masalah Menggunung: MBG Dipersoalkan di Forum Publik

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 04:21 WIB

Dokter RSUD Sumenep Ungkap Penyebab Berat Badan Justru Naik Saat Puasa

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:43 WIB

Ketela Rebus MBG Diduga Berbau, Aktivis Sumenep Ultimatum Pelaksana Ikuti Juknis BGN

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:56 WIB

Konsolidasi Perdana Kampus dan Alumni, Universitas Annuqayah Targetkan 1.500 Mahasiswa Baru

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:18 WIB

DPRD Sumenep Warning Sekolah: Pengelolaan Dana BOS Wajib Tertib RKAS dan SPj

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:26 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Pastikan Pelayan Kesehatan Tetap Optimal Selama Ramadhan

Berita Terbaru