SUMENEP, RADAR9.ID – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Manding menggelar sosialisasi persiapan Serap Gabah Petani (Sergab) dalam pertemuan rutin Gapoktan tingkat kecamatan. Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Katimker Kabupaten Sumenep dan dihadiri perwakilan Kapolsek, perwakilan Koramil, seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta para ketua Gapoktan se-Kecamatan Manding.
Dalam kesempatan tersebut, Dewo Ringgih, S.P., M.M., Ketua Tim Kerja (Katimker) Sumenep meyampaikan bahwa pemerintah melalui Perum Bulog siap menyerap hasil panen petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Gabah yang dibeli merupakan hasil panen dari sawah dalam kondisi bersih dan tanpa melalui proses penjemuran.
“Bulog akan langsung menjemput gabah petani ke lokasi, sehingga diharapkan petani tidak lagi kesulitan dalam pemasaran hasil panen,” jelasnya.
Namun demikian, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar gabah dapat diserap, di antaranya menyerahkan fotokopi sertifikat kelompok tani, serta fotokopi KTP ketua, sekretaris, dan bendahara. Setiap kelompok ditargetkan mampu memenuhi minimal satu truk untuk program sergab.
Lebih lanjut, Dewo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan bantuan sarana dan prasarana pertanian. Seluruh kelompok tani penerima bantuan fisik diwajibkan meningkatkan intensitas tanam sebagai bentuk tanggung jawab atas dukungan yang telah diberikan.
“Semua kelompok tani penerima bantuan fisik, baik IRPA, IRPOM, maupun bantuan pengeboran dari Pokir dan DAK, wajib melaksanakan tanam padi minimal dua kali dalam setahun sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Dewo.
Ketua Tim Kerja (Katimker) juga mengajak seluruh Gapoktan dan PPL aktif berkoordinasi terkait data dan kesiapan panen. Menurutnya, sinergi petani, penyuluh, dan pemerintah menjadi kunci agar program serapan berjalan optimal, tepat sasaran, serta menjaga stabilitas ketersediaan pangan nasional.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Manding, Achmad Syarif Nur F, S.P., M.P., menyampaikan bahwa selain gabah, pemerintah juga membuka program serap jagung. Jagung yang diserap harus dalam bentuk pipil kering dengan kadar air maksimal 14 persen dan akan dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram.
“Khusus untuk komoditas jagung, pengiriman dapat dilakukan ke wilayah Bangkalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan upaya mendukung swasembada pangan nasional melalui peningkatan produksi, pengamanan harga, dan optimalisasi serapan hasil panen, sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani
Penulis : Ibnu Hajar






