SUMENEP, RADAR9.ID – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dungkek melaksanakan kegiatan pengambilan sampel ubinan tanaman jagung di lahan milik Kelompok Tani Bunga Manis, Desa Bicabbih, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengukur produktivitas hasil panen secara riil dan akurat. Ubinan dilakukan pada petak sampel berukuran 2,5 x 2,5 meter dengan komoditas Jagung Varietas RK 457.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Kelompok Tani Bunga Manis, Mahwari, serta didampingi Petugas Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP), Fathorrahman, SP., MMA.
Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, diperoleh data teknis meliputi populasi tanaman sebanyak 49 batang, jumlah tongkol 51 buah, berat panen tongkol 5 kilogram, hasil pipilan 3,9 kilogram, serta kadar air 36,4 persen. Dari hasil konversi, produktivitas jagung di lahan tersebut mencapai 6,24 ton per hektare, yang menunjukkan potensi hasil yang cukup baik bagi petani setempat.
Kegiatan ubinan ini juga melibatkan lintas sektor guna memastikan validitas data dan kelancaran pelaksanaan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep sebagai verifikator data, Polsek Dungkek, serta semua tim teknis Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dungkek.
Fathorrahman, SP., MMA., menyampaikan bahwa hasil ubinan akan menjadi bahan evaluasi bagi petani dalam meningkatkan penerapan pola tanam dan pemeliharaan tanaman jagung pada musim tanam berikutnya.
“Hasil ubinan ini menjadi bahan evaluasi bagi petani untuk meningkatkan penerapan pola tanam yang lebih baik serta optimalisasi pemeliharaan tanaman, sehingga produktivitas jagung pada musim tanam berikutnya dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Dungkek, Isromi Kurniawan, S.P., menyampaikan bahwa kegiatan ubinan tidak hanya bertujuan mengetahui tingkat produktivitas, tetapi juga menjadi sampel pembelajaran bagi petani dalam upaya peningkatan hasil ke depan.
Ia menambahkan, hasil ubinan akan menjadi dasar dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, khususnya dalam penerapan teknologi budidaya seperti penggunaan benih unggul, pengaturan jarak tanam yang ideal, serta pemupukan berimbang sesuai kebutuhan tanaman.
“Hasil ubinan ini menjadi acuan perbaikan teknik budidaya di lapangan. Dengan penerapan benih unggul, jarak tanam yang tepat, dan pemupukan berimbang, diharapkan produktivitas jagung pada musim tanam berikutnya dapat meningkat secara optimal,” jelasnya.
Penulis : Ibnu Hajar






