SUMENEP, RADAR9.ID – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menyalurkan bantuan stimulan tahap kedua bagi warga Desa Karduluk yang terdampak bencana puting beliung yang sebelumnya merusak puluhan rumah.
Sebanyak lima warga menerima bantuan perbaikan rumah dengan kategori kerusakan sedang dan berat. Bantuan disalurkan Pemkab Sumenep bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep dalam bentuk dana stimulan guna mempercepat pemulihan hunian warga.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menegaskan bahwa penyaluran bantuan tahap kedua merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali hidup layak setelah bencana.
“Bencana memang tidak bisa kita hindari, tetapi dampaknya harus kita tangani secara cepat dan tepat. Pemerintah daerah hadir memastikan masyarakat tidak berjuang sendirian dan dapat segera bangkit,” ujar Fauzi saat penyerahan bantuan, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, bantuan stimulan tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi warga.
“Yang kami dorong bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi memulihkan kehidupan. Ketika rumah kembali layak huni, masyarakat bisa bekerja, anak-anak kembali belajar, dan aktivitas berjalan normal,” tambahnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa sejak awal kejadian, Pemkab Sumenep telah mengerahkan tim lintas sektor untuk melakukan pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan rumah secara transparan, dengan melibatkan BPBD, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas PUPR, TNI-Polri, serta pemerintah desa agar bantuan tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, S.Pd.I., menyampaikan bahwa bantuan stimulan diberikan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan rumah sebagai bagian dari skema pemulihan berkelanjutan.
“Untuk rumah rusak berat, total bantuan sebesar Rp20 juta per penerima yang disalurkan dalam dua tahap. Sedangkan rumah rusak sedang menerima bantuan hingga Rp10 juta, juga dibagi dalam dua tahap agar penggunaannya terkontrol dan tepat guna,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Baznas dan pemerintah daerah menjadi bentuk sinergi dalam mempercepat penanganan dampak bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan mempercepat proses pemulihan, sehingga mereka dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman,” pungkas Rahman.
Penyaluran bantuan tahap kedua ini menegaskan penguatan kolaborasi antara Pemkab Sumenep dan Baznas dalam penanganan bencana, sekaligus sebagai upaya perlindungan bagi masyarakat terdampak di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Penulis : Ibnu Hajar






