SUMENEP, RADAR9.ID – Tahapan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep tahun 2026 kian mengerucut. Dari total 11 pejabat yang mendaftarkan diri, hanya delapan orang yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan resmi melangkah ke fase seleksi lanjutan.
Masuknya delapan kandidat menandai babak penentuan, dengan kualitas kepemimpinan, rekam jejak, dan kapasitas manajerial sebagai sorotan utama, sementara peta persaingan mulai terbaca.
Kalangan Aktivis Sumenep menilai peta persaingan seleksi Sekda mulai mengerucut. Dari sejumlah kandidat yang lolos administrasi, Chainur Rasyid disebut semakin menguat dan menjadi figur yang layak diperhitungkan dalam bursa calon Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep.
Pengumuman hasil seleksi administrasi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep resmi dirilis melalui portal BKPSDM Sumenep pada Selasa, 13 Februari 2026, menandai dimulainya tahapan kompetitif pengisian jabatan strategis tersebut. Kepala BKPSDM Sumenep, Benny Irawan, menyampaikan bahwa verifikasi berkas dilakukan secara ketat oleh panitia seleksi dengan mengacu penuh pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Dari total 11 pendaftar, delapan orang dinyatakan lolos karena memenuhi seluruh persyaratan administrasi. Sementara tiga pelamar lainnya gugur pada tahap ini karena berkas yang disampaikan tidak lengkap atau tidak sesuai ketentuan,” jelas Benny.
Ia menegaskan, seluruh keputusan yang ditetapkan panitia seleksi merupakan hasil penilaian kolektif dan objektif, serta bersifat final.
“Keputusan panitia seleksi tidak dapat diganggu gugat. Kami memastikan seluruh tahapan dilaksanakan secara transparan, profesional, dan akuntabel,” pungkasnya.
Delapan kandidat yang lolos seleksi administrasi merupakan figur birokrat strategis dari OPD kunci, dengan latar kepemimpinan, pengaruh, dan kekuatan institusional yang beragam dalam struktur pemerintahan daerah, di antaranya:
– Chainur Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, disebut memiliki kemampuan koordinasi lintas sektor yang cukup solid.
– Eri Susanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), dikenal sebagai birokrat teknis yang matang.
– Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), dikenal dekat dengan pemerintahan desa.
– Abd. Rahman Riadi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, memiliki kombinasi pengalaman ekonomi dan sosial.
– Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), dikenal dekat dengan pemerintahan desa.
– Ferdiansyah Tetrajaya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dinilai unggul dalam aspek fiskal dan optimalisasi pendapatan daerah.
– Mohammad Iksan, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, dikenal sebagai figur dengan kemampuan manajerial sumber daya manusia.
– Arif Firmanto, Kepala Bappeda Sumenep, merupakan figur teknokrat perencana.
Dari delapan kandidat yang lolos seleksi administrasi, Chainur Rasyid mencuat sebagai figur kunci. Menjabat Kepala DKPP Kabupaten Sumenep.
Ia dikenal aktif mengawal ketahanan pangan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendorong kebijakan pertanian yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, yang menjadi modal penting dalam persaingan menuju jabatan Sekretaris Daerah.
Aktivis Pemuda Reformasi Sumenep, Nur Hidayat, menilai Chainur Rasyid memiliki keunggulan signifikan berkat rekam jejak birokrasi yang solid dan kapasitas manajerial yang teruji.
“Chainur Rasyid punya modal kuat menembus tiga besar. Ia bukan hanya paham sistem pemerintahan, tetapi juga mampu menggerakkan birokrasi secara efektif,” tegas Nur Hidayat, Rabu (4/1/2026).
Sementara itu, Chainur Rasyid menegaskan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan seleksi secara profesional, dengan komitmen mendukung peningkatan pelayanan publik dan kinerja pemerintahan daerah.
Dengan persaingan yang kian mengerucut, seleksi Sekda Sumenep kini memasuki fase krusial. Publik menanti apakah proses ini benar-benar melahirkan figur terbaik yang mampu menjadi motor penggerak birokrasi, atau sekadar mengulang pola lama.
Penulis : Ibnu






