SUMENEP — Nama Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Diskop UMKM dan Perindag) Sumenep, Moh Ramli, kini mencuat sebagai salah satu calon kuat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep. Penilaian ini datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat H. Ramdan, yang memberikan pujian terhadap kepemimpinan dan rekam jejaknya.
Menurut H. Ramdan, Moh Ramli telah terbukti sukses memimpin berbagai jabatan strategis di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Beliau sukses memimpin Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), menjabat Asisten II Setdakab Sumenep, hingga menjadi Kepala Diskop UMKM dan Perindag. Pengalamannya sangat mumpuni,” kata Ramdan.
Tokoh masyarakat ini menambahkan, karakter Moh Ramli sangat cocok untuk posisi Sekda.
“Dia sosok luwes, tidak grusa-grusu dalam mengambil kebijakan, serta bijak dalam memimpin. Semua keputusan diambil dengan pertimbangan matang, sehingga membawa kepercayaan dari bawahannya maupun masyarakat,” ujarnya.
Moh Ramli lahir dan besar di Kabupaten Sumenep, meniti karier dari posisi struktural hingga jabatan strategis.
Sebelum menjabat Kadis Dinkop UMKM dan Perindag, ia pernah menjadi Kepala DPMD dan Asisten II Setdakab Sumenep, di mana ia dikenal mampu merumuskan kebijakan pembangunan desa yang inovatif dan pro-rakyat.
Sebagai Kepala Dinkop UMKM dan Perindag, Moh Ramli berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui berbagai program pemberdayaan usaha mikro dan kecil.
Di bawah kepemimpinannya, sejumlah koperasi dan UMKM di Sumenep mengalami peningkatan omzet, diversifikasi produk, serta penetrasi pasar yang lebih luas. Program pelatihan kewirausahaan, pendampingan akses permodalan, serta pameran produk lokal rutin digelar untuk mengangkat produk unggulan Sumenep.
Selain itu, Moh Ramli dikenal sebagai pejabat yang dekat dengan masyarakat. Ia rutin turun ke lapangan untuk memantau kondisi UMKM, mendengar langsung keluhan para pelaku usaha, dan memberikan solusi yang aplikatif. Pendekatan ini membuatnya populer di kalangan pengusaha kecil dan tokoh masyarakat setempat.
“Jika beliau dipercaya menjadi Sekda, saya yakin Sumenep akan memiliki pemimpin yang berpengalaman, matang secara birokrasi, dan memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan daerah,” tutup H. Ramdan.
Selain Moh Ramli, sejumlah nama lain juga mencuat sebagai calon Sekda:
Chairul Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Chairul dikenal sebagai birokrat teknokrat matang yang menguasai ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan.
Sebelumnya memimpin Diskop UKM dan Perindag, ia terbiasa bekerja berbasis data, perencanaan matang, dan disiplin organisasi.
Abd. Rahman Riadi – Kepala Dinas Sosial Sumenep. Rahman memiliki pengalaman kuat di bidang ekonomi dan sosial. Sebelumnya memimpin DPMPTSP, mempercepat pelayanan perizinan, dan memperbaiki iklim investasi daerah.
Moh. Iksan, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep. Ia memiliki kemampuan manajerial SDM yang kuat, pengalaman memimpin Disbudporapar, dan keahlian koordinasi lintas sektor yang dibutuhkan seorang Sekda.
Sejumlah pejabat lain juga mencuat, seperti Kepala Bappeda Arif Firmanto, Kepala PUTR Eri Susanto, Agus Dwi Saputra, dan Dzulkarnaen, Kepala Bakesbangpol. Arif dikenal mampu menyusun rencana pembangunan strategis secara sistematis, Eri terbukti handal dalam menangani proyek infrastruktur, dan Agus memiliki kapasitas manajerial di berbagai OPD.
Kepala BKPSDM Sumenep, Ir. Benny Irawan, menegaskan seluruh tahapan seleksi Sekda berjalan sesuai peraturan dan di bawah pengawasan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI.
“Seleksi ini bukan ajang tarik-menarik kepentingan, melainkan mekanisme konstitusional untuk memilih birokrat terbaik bagi daerah. Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme menjadi prinsip utama kami,” ujarnya.
Bagi masyarakat, proses ini menjadi momentum penting untuk menilai keseriusan pemerintah daerah dalam membangun birokrasi profesional dan berintegritas. Jabatan Sekda bukan sekadar posisi struktural, melainkan pusat kendali administrasi pemerintahan, penghubung kepala daerah dengan perangkat daerah, dan penentu ritme pelayanan publik.
Nama nama tersebut kini berada di lintasan yang sama, siap menunjukkan kapasitas nyata mereka. Siapa yang akhirnya terpilih akan menentukan arah birokrasi Sumenep di tahun-tahun mendatang.
Namun satu hal yang pasti, kualitas pelayanan publik, efektivitas program pembangunan, dan profesionalisme ASN akan sangat dipengaruhi oleh sosok Sekda yang terpilih, bukan oleh hiruk-pikuk politik atau kepentingan sesaat.
Seleksi terbuka Sekda Sumenep menjadi pelajaran berharga bagi seluruh ASN dan masyarakat. Jabatan strategis harus didasarkan pada kapasitas, rekam jejak, dan komitmen terhadap pelayanan publik, bukan sekadar nama besar atau kedekatan politik.
Penulis : Ibnu Hajar






