Sumenep – Semangat kolaborasi kembali ditunjukkan dunia pendidikan Kecamatan Pasongsongan. Rabu, 21 Januari 2026, SDN Panaongan III berkolaborasi dengan SDN Soddara II dalam kegiatan pengerjaan E-Kinerja Guru pada aplikasi Ruang GTK yang berlangsung di SDN Panaongan III.
Sebanyak 8 orang guru dari SDN Panaongan III dan Kepala Sekolah SDN Soddara II bersama 6 orang guru hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana ruangan kantor SDN Panaongan III tampak hidup, penuh diskusi, tawa, serta saling berbagi pengalaman. Dua sekolah yang sama-sama berada di wilayah pinggiran ini terlihat benar-benar menikmati kebersamaan mereka.
Kepala SDN Soddara II, Bambang Sutrisno, S.Pd, menjelaskan bahwa kolaborasi semacam ini bukanlah hal baru bagi kedua sekolah.
“Ini bukan kegiatan pertama kami bersama SDN Panaongan III. Sudah terlalu sering, karena kebetulan Kepala SDN Panaongan III ini teman saya sejak SMA. Bahkan saya akui, banyak program di sekolah kami terinspirasi dari SDN Panaongan III,” ujarnya sambil tersenyum.
Lebih lanjut, Bambang menambahkan bahwa budaya kolaborasi ini juga tidak lepas dari peran Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan III yang juga menjabat sebagai Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan.
“Pak Agus sangat aktif memberikan motivasi kepada sekolah-sekolah lain agar berani membuat program inovatif. Tujuannya satu, supaya sekolah-sekolah di Pasongsongan bisa bergerak bersama memajukan pendidikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Agus Sugianto, sosok kepala sekolah yang dikenal dengan blangkon khasnya, memilih merendah saat dimintai tanggapan. Dengan nada santun namun penuh makna, ia berkata,
“Lebih baik memberikan manfaat walaupun sedikit untuk orang lain, daripada baik tapi tidak memberikan manfaat sama sekali.”
Kolaborasi pengerjaan E-Kinerja Guru pada aplikasi Ruang GTK ini menjadi bukti bahwa keterbatasan lokasi dan sarana tidak menjadi penghalang bagi sekolah-sekolah pinggiran untuk terus berinovasi dan saling menguatkan. Dari ruangan sekolah yang sederhana di SDN Panaongan III, lahir sebuah pesan besar: pendidikan maju tidak harus berjalan sendiri, tetapi bisa tumbuh lewat kebersamaan dan persahabatan.






