SUMENEP, RADAR9 – Pembangunan Musala Al-Ikhlas yang berlokasi di Dusun Cekkor Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, kini telah mencapai progres sekitar 72 persen. Capaian tersebut merupakan hasil dari penggalangan dana yang dilakukan oleh Jurnalis Sumenep Independen (JSI) bersama para donatur yang dengan ikhlas menyisihkan rezekinya untuk kepentingan ibadah dan sosial.
JSI yang merupakan wadah jurnalis lokal di Kabupaten Sumenep ini menaungi 18 media yang tergabung di dalamnya. Tidak hanya berperan sebagai penulis dan penyampai informasi kepada publik, JSI juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk membantu pembangunan fasilitas keagamaan di wilayah pedesaan.
Ketua JSI, Igusty Madani, menyampaikan bahwa pembangunan musala Al-Ikhlas merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menyediakan sarana ibadah yang layak dan nyaman.
“JSI tidak hanya hadir sebagai jurnalis, tetapi juga ingin mengambil peran nyata di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial. Pembangunan musala ini adalah salah satu wujud kepedulian kami bersama para donatur,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Lebih lanjut, Igusty juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Hamba Allah yang telah berpartisipasi dalam pembangunan musala Al-Ikhlas. Secara khusus, ia mengapresiasi salah satu donatur yang telah menyumbangkan 100 dus keramik untuk kebutuhan lantai musala.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga setiap amal kebaikan para donatur dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat dan menjadi amal jariyah,” tambahnya.
Ia menegaskan, dukungan dari berbagai pihak menjadi energi moral bagi seluruh anggota JSI untuk terus bergerak dalam kegiatan sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, musala bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol kepedulian, kebersamaan, dan nilai spiritual yang harus dijaga.
Selain mengawal pembangunan musala, JSI juga dikenal konsisten menjalankan berbagai program sosial, seperti kegiatan bersih-bersih lingkungan, program Saku Berkah untuk warga dhuafa setiap pekan, santunan anak yatim, serta inisiatif pengadaan Ambulans Umat. Program-program tersebut dijalankan sebagai bentuk tanggung jawab moral jurnalis sebagai bagian dari masyarakat.
Komitmen tersebut juga ditegaskan dalam Rapat Kerja (Raker) JSI yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur. Dalam forum tersebut, JSI meneguhkan prinsip jurnalisme beradab, profesional, dan mencerdaskan publik sebagai fondasi organisasi. Prinsip Ihdinas Sirotol Mustaqim diposisikan sebagai pedoman etik agar jurnalis hadir sebagai penyejuk sosial dan pelopor kebaikan.
Melalui pembangunan musala di Manding dan berbagai aksi sosial lainnya, JSI menegaskan bahwa jurnalis bukan sekadar pengamat peristiwa, melainkan bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Jurnalisme, bagi JSI, adalah jalan pengabdian yang menuntut kejujuran, kepedulian, dan keberanian untuk berbuat nyata demi kemaslahatan masyarakat.






