Madura di Titik Penentu: IJTI Desak Pemerintah Tidak Setengah Hati Wujudkan Provinsi dan KEK

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Veros Afif, Ketua IJTI Madura, saat menyampaikan pentingnya keseriusan dan kolaborasi seluruh masyarakat dalam mendorong wacana Provinsi Madura dan KEK agar terwujud dengan nyata.

Veros Afif, Ketua IJTI Madura, saat menyampaikan pentingnya keseriusan dan kolaborasi seluruh masyarakat dalam mendorong wacana Provinsi Madura dan KEK agar terwujud dengan nyata.

Madura – Madura sedang berada pada salah satu persimpangan terpenting dalam perjalanan sejarahnya. Di tengah derasnya arus pembangunan nasional, berbagai inisiasi besar kembali mencuat, mulai dari wacana pembentukan Provinsi Madura yang telah bertahun-tahun diperjuangkan, hingga gagasan baru menjadikan Pulau Garam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Semua ini menunjukkan satu hal: ada tekad kolektif untuk membawa Madura keluar dari lingkaran ketertinggalan.

Gerakan para tokoh, aktivis, akademisi, hingga kelompok masyarakat terus bergulir tanpa henti. Aspirasi yang dibawa bukan sekadar perubahan administratif, melainkan upaya membuka babak baru pembangunan yang lebih adil dan merata untuk masyarakat Madura.

Ketua IJTI Madura, Veros Afif, menegaskan bahwa seluruh gagasan besar tersebut tidak boleh berhenti pada slogan atau retorika politik. Menurutnya, di balik wacana besar itu terdapat masa depan jutaan masyarakat yang harus dipikirkan secara serius.

“Kami menyaksikan perjalanan panjang ini. Dari wacana Provinsi Madura hingga sekarang KEK. Jangan hanya jadi cerita yang berulang tanpa akhir. Jika memang serius, maka harus diwujudkan,” ujarnya.

Veros menambahkan, pembangunan Madura bukan semata urusan administrasi pemerintahan, tetapi perjuangan menjaga martabat, harga diri, dan masa depan masyarakat Madura. Karena itu, konsep dan regulasi yang disusun harus matang agar langkah besar seperti ini tidak menjadi eksperimen yang gagal.

“Konsep harus matang. Regulasi harus kuat. Ini nasib jutaan orang. Kami jurnalis televisi siap mendukung, karena kami ingin melihat Madura benar-benar bangkit,” tegasnya.

Optimisme Veros semakin menguat setelah melihat langsung potensi sumber daya manusia Madura. Dalam kunjungannya ke Malaysia, ia bertemu ratusan Pekerja Migran Indonesia asal Madura yang berperan penting dalam pembangunan gedung-gedung pencakar langit di negeri itu. Di perantauan, mereka bekerja keras, menjadi tulang punggung keluarga, sekaligus membawa nama baik Madura melalui keterampilan dan etos kerja yang tinggi.

“Ratusan ribu PMI di Malaysia itu warga Madura. Skil mereka bukan kaleng-kaleng. Kalau SDM saja sudah sehebat itu, masa Madura tidak bisa menjadi Provinsi atau KEK? Yang kurang hanya harmonisasi instrumen dan kemauan kolektif,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan mewujudkan Provinsi Madura atau KEK bukan gerakan segelintir orang, tetapi perjuangan seluruh lapisan masyarakat. Kekompakan dan konsistensi menjadi kunci. Tanpa itu, Madura hanya akan menjadi tempat lahirnya konsep besar yang tidak pernah benar-benar diwujudkan.

“Kesampingkan ego, hentikan saling klaim. Mari bersatu. Ini momen penentuan masa depan Madura. Kalau kita lengah, generasi setelah kita yang akan menanggung akibatnya,” pungkasnya.

Melalui pesannya, Veros menekankan bahwa perubahan besar hanya dapat terjadi jika diperjuangkan bersama. Madura memiliki potensi, SDM, dan semangat yang kuat. Yang dibutuhkan kini hanyalah keberanian kolektif untuk melangkah dan menyelesaikan perjuangan yang telah dimulai.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

RAT KKP Pasongsongan 2026: Perkuat Transparansi dan Regenerasi Kepengurusan
Musola Al-Ikhlas di Kecamatan Manding Sumenep Hampir Selesai, Kepedulian JSI dan Donatur Jadi Amal Jariyah Bersama
Respons Cepat Baguna PDI Perjuangan Sumenep, Pasien Pulau Kangayan Dirujuk ke RSUD Pamekasan
SDN Panaongan III Jadi Saksi Pemilihan Korcam PPPK Paruh Waktu Pasongsongan Sumenep
Praneda Care Foundation Kembali Berikan Bantuan Korban Bencana di Aceh Tamiang, Membawa Harapan di Jumat Berkah
Irfan Cell Hadir di Pandian Sumenep, Layani Jual Beli HP Baru dan Second Bergaransi
DPC PDI Perjuangan Sumenep Laksanakan Aksi Tanam Pohon di TPA Torbang, Tegaskan Komitmen Pelestarian Lingkungan
CV Ayunda Pamekasan Kembali Berangkatkan 20 Jamaah Umroh Gratis untuk Karyawan dan Tokoh Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:56 WIB

RAT KKP Pasongsongan 2026: Perkuat Transparansi dan Regenerasi Kepengurusan

Rabu, 28 Januari 2026 - 11:43 WIB

Respons Cepat Baguna PDI Perjuangan Sumenep, Pasien Pulau Kangayan Dirujuk ke RSUD Pamekasan

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:49 WIB

SDN Panaongan III Jadi Saksi Pemilihan Korcam PPPK Paruh Waktu Pasongsongan Sumenep

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:03 WIB

Praneda Care Foundation Kembali Berikan Bantuan Korban Bencana di Aceh Tamiang, Membawa Harapan di Jumat Berkah

Jumat, 23 Januari 2026 - 22:42 WIB

Irfan Cell Hadir di Pandian Sumenep, Layani Jual Beli HP Baru dan Second Bergaransi

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bantuan Pemkab Sumenep Hadir untuk Warga Karduluk dan Bluto

Senin, 2 Feb 2026 - 16:19 WIB