Bupati Sumenep dan Baznas Bangun Rumah Harapan untuk Dua Lansia Terlantar di Kolor

Selasa, 22 Juli 2025 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Nestapa dua lansia yang hidup dalam rumah roboh tanpa atap akhirnya berakhir. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Baznas Kabupaten Sumenep secara langsung menyerahkan dua unit rumah layak huni kepada Mestiya (65) dan Rosyid (67), warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (22/7/2025).

Penyerahan rumah tersebut bukan sekadar simbol bantuan, melainkan wujud nyata dari keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil yang selama ini luput dari perhatian.

Dengan mata berkaca-kaca, Mestiya mengucap syukur atas rumah yang kini ia tempati tanpa rasa takut ambruk setiap malam.

“Terima kasih Bupati atas bantuannya,” ucapnya lirih, penuh haru.

Lebih menyayat hati, Rosyid yang telah lama hidup sebatang kara mengungkapkan, rumah lamanya sudah lama roboh.

Bertahun-tahun ia harus tidur menumpang dari satu rumah tetangga ke rumah lain.

“Alhamdulillah sekarang bisa tidur di rumah sendiri, terima kasih Pak Bupati dan Baznas,” ungkapnya.

Bupati Fauzi menegaskan bahwa rumah bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi soal harga diri.

Ia mendorong agar seluruh pihak, termasuk pemerintah desa, aktif mendata warga yang hidup dalam kondisi tak layak.

“Jangan sampai ada warga tidur di reruntuhan rumah atau anak-anak putus sekolah hanya karena faktor ekonomi,” tegasnya.

Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, juga memastikan bahwa sinergi dengan Pemkab akan terus diperkuat untuk menyelesaikan persoalan sosial di akar rumput.

Ia mencatat, hingga pertengahan 2025, Baznas telah menyalurkan enam unit rumah di empat kecamatan, dan akan terus bertambah.

“Baznas hadir bukan hanya menyalurkan zakat, tapi juga membela kemanusiaan. Ini soal keadilan sosial,” tandasnya.

Program RTLH ini menjadi bagian dari lima fokus utama Baznas Sumenep, yakni bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan tanggap bencana. Setiap program dirancang untuk menutup celah-celah sosial yang belum tersentuh oleh kebijakan pemerintah.

Di tengah sorotan terhadap lembaga publik, langkah konkret Baznas dan Bupati Sumenep ini menjadi bukti bahwa negara masih hadir di gubuk-gubuk yang hampir dilupakan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

BIP Sumenep Gelar Aksi Sosial Akbar, Ribuan Anak Yatim dan Pekerja Jalanan Madura Rasakan Hangatnya Kepedulian
Optimalkan Layanan Masyarakat, KUA Lenteng Sumenep Tegaskan Nikah di Kantor Gratis bagi Pasangan Perawan-Perjaka
Puting Beliung Terjang Karduluk: Baznas dan DWP Disdik Sumenep Pasang Badan demi Pendidikan Siswa
Musola Al-Ikhlas di Kecamatan Manding Sumenep Hampir Selesai, Kepedulian JSI dan Donatur Jadi Amal Jariyah Bersama
Respons Cepat Baguna PDI Perjuangan Sumenep, Pasien Pulau Kangayan Dirujuk ke RSUD Pamekasan
SDN Panaongan III Jadi Saksi Pemilihan Korcam PPPK Paruh Waktu Pasongsongan Sumenep
Praneda Care Foundation Kembali Berikan Bantuan Korban Bencana di Aceh Tamiang, Membawa Harapan di Jumat Berkah
DPC PDI Perjuangan Sumenep Laksanakan Aksi Tanam Pohon di TPA Torbang, Tegaskan Komitmen Pelestarian Lingkungan

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 14:59 WIB

BIP Sumenep Gelar Aksi Sosial Akbar, Ribuan Anak Yatim dan Pekerja Jalanan Madura Rasakan Hangatnya Kepedulian

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:14 WIB

Optimalkan Layanan Masyarakat, KUA Lenteng Sumenep Tegaskan Nikah di Kantor Gratis bagi Pasangan Perawan-Perjaka

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:52 WIB

Puting Beliung Terjang Karduluk: Baznas dan DWP Disdik Sumenep Pasang Badan demi Pendidikan Siswa

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:05 WIB

Musola Al-Ikhlas di Kecamatan Manding Sumenep Hampir Selesai, Kepedulian JSI dan Donatur Jadi Amal Jariyah Bersama

Rabu, 28 Januari 2026 - 11:43 WIB

Respons Cepat Baguna PDI Perjuangan Sumenep, Pasien Pulau Kangayan Dirujuk ke RSUD Pamekasan

Berita Terbaru